aplikasi komputer dalam pengolahan susu

March 27th, 2011

Manfaat computer pada pengolahan susu

Semakin, botol mungkin menemukan jalan mereka kembali ke rumah Anda, ramah lingkungan perumahan hidangan Ketujuh Generation cair, pelembut kain,-klorin pemutih non deterjen cair.

Dalam pencapaian tengara, Generasi Ketujuh, merek top negara itu beracun non rumah tangga dan produk perawatan pribadi, debut kemasan baru yang inovatif yang menampilkan% pasca 96-konsumen didaur ulang (PCR) konten. Dikembangkan oleh Generasi Ketujuh bekerjasama dengan mitra kemasannya, Laporan Container Perusahaan, kemasan baru dibangun dari resin berasal dari kendi susu daur ulang dan botol plastik lainnya dan merupakan lompatan kuantum selama daur ulang konten% 25 biasanya ditemukan dalam kemasan plastik.

“Selama bertahun-tahun kami telah meratapi kenyataan bahwa produk kami yang besar untuk Bumi, tapi kemasan kami benar-benar tidak,” kata Ketujuh Generasi Direktur Global Strategic Sourcing Peter Swaine. “Butuh waktu untuk insinyur, namun kami telah terbukti industri skeptis bahwa Anda dapat membuat sebuah botol yang memenuhi performa tinggi dan standar lingkungan atas.”

Kemasan baru, ditampilkan dalam’s Dish Cair merek dan Fabric Softener, bergabung mengesankan-PCR isi botol tinggi lainnya di Generation Ketujuh daftar produk, termasuk 80 perusahaan% revolusioner PCR 150 oz. Konsentrat laundry Cair kontainer. Botol ini terbuat dari HDPE (# 2) plastik bukan PETE (# 1) karena manufaktur HDPE resin menghasilkan emisi gas rumah kaca kurang 42% dari PETE. Manfaat dari saklar ini sangat besar: Jika setiap rumah tangga diganti hanya satu perawan plastik 25 oz. botol cair piring dengan% PCR botol’s 96 Generasi Ketujuh, Amerika akan menghemat lebih dari £ 8.600.000 dari plastik dan mencegah pelepasan lebih dari £ 23.500.000 gas rumah kaca.

“Laporan Container Perusahaan sangat senang bisa bekerja sama dengan Generasi Ketujuh untuk menciptakan industri terkemuka, tinggi-PCR konten paket untuk pembersih produk rumah tangga menyambut. Kami tantangan dari Generasi Ketujuh untuk mengembangkan sebuah paket yang akan memenuhi kinerja yang keras dan standar lingkungan. Dengan desain kami, teknik, dan keahlian materi, kami telah mampu mengembangkan keluarga paket yang akan berdampak positif, dampak yang dramatis terhadap industri kemasan serta lingkungan, “kata Paul Newell, Laporan Wakil Presiden Pengembangan Pasar & Inovasi.

Sumber: http://www.seventhgeneration.com/

tugas 1

March 16th, 2011

Eksekutif Pengembangan Kebijakan Raskin dalam Rangka Mendukung Program Pemberdayaan Masyarakat dan Pemantapan Ketahanan Pangan

27. Apr, 2010 Comments Off

Kebijakan Raskin dipandang sebagai langkah strategis mengingat perannya yang sangat berarti dalam membantu menyediakan kebutuhan pangan bagi masyarakat miskin yang jumlahnya relatif banyak. Penelitian didasarkan pada pendekatan survei yang dilakukan di wilayah Jawa dan Indonesia bagian timur, dengan  meneliti masalah yang berkaitan dengan sistem distribusi, pelaksanaan distribusi, sasaran penerimaan manfaat, model supervisi dan pengendaliannya serta sistem monitoring dan evaluasinya.

Dari hasil penelitian didapatkan :

Kebijakan pangan merupakan salah satu instrumen penting dalam memecahkan masalah kemiskinan. Ketahanan pangan, food security,  sangat terkait dengan upaya untuk menciptakan akses fisik  dan ekonomi bagi setiap individu terhadap pangan. Terdapat dua hal penting dalam ketahanan pangan yaitu penyediaan pangan dan daya beli konsumen. Ketahanan pangan merupakan salah satu aspek penting dalam ketahanan, terutama  bagi Indonesia yang negaranya luas dan berpenduduk besar. Ketahanan pangan yang kuat memberi iklim yang kondusif bagi keberlanjutan pembangunan bangsa. Erat hubungan ketahanan pangan dengan kemiskinan menunjukkan bahwa ketahanan pangan harus selalu terwujud dengan baik dalam rangka mendukung upaya penanggulangan kemiskinan. Penelitian telah menunjukkan tentang pentingnya  program Raskin bagi upaya penanggulangan rakyat miskin yang harus diimbangi dengan penguatan kelembagaan lokal, seperti kelembagaan pangan, dengan tujuan  untuk mengantisipasi kerawanan pangan.

Dalam pelaksana program Raskin 2003 masih ada penerima manfaat  yang mendapat jatah beras kurang dari 20 kg/bulan dengan tujuan pemerataan sebagai akibat jumlah pagu RASKIN lebih kecil daripada KK miskin. Ditemukan harga beras yang dibayar penerima manfaat diatas Rp.1000,00/kg karena adanya pembebanan ongkos angkut/transportasi dari titik distribusi sampai ke penerima manfaat. Juga masih terdapat kualitas beras RASKIN yang dianggap  kurang baik dan kuantitas beras yang tidak sesuai dengan label pada karung.

Hello world!

March 13th, 2011

Welcome to Blog-nya Unsoed. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!